You are here Shop Alvabet Sejarah Jalan Dagang & Jalan Perang
PDFCetakE-mail
Jadilah Diri SendiriJalan Damai Rasulullah: Risalah Rahmat bagi Semua

Jalan Dagang & Jalan Perang

Jalan Dagang & Jalan Perang

Harga: Hubungi kami langsung

Klik disini jika ada yg ingin ditanyakan

DATA BUKU

Judul: Jalan Dagang & Jalan Perang

Penulis: Qismullah Yusuf

Penyunting: Siti Aisyah, Savran Billah, Mahyudin, M. Adli Abdullah Bawarith & Hodari Mahdan AbdallaEditor :           -

Ilustrasi: Cahyono Al Mansyur

Desain cover: Wahyu Kunto Duto S

Tata letak: Wahyu Kunto Duto S

Genre: Biografi/Sejarah

Penerbit: Alvabet

Cetakan: I, Januari 2022

Ukuran: 15 x 23 cm

Tebal: 306 cm

 

 

SINOPSIS

“Kita bersyukur, sejarah lisan berupa hikayat atau folklor yang sangat banyak berkembang di masyarakat kita sekarang sudah mulai dianggap penting. Sesungguhnya hikayat atau cerita rakyat tidak semuanya khayalan dan mitos belaka. Dengan metode kajian yang benar beserta dukungan data-fakta dari lingkungan sekitarnya, hikayat atau folklor bisa dikembangkan menjadi dokumentasi sejarah yang bisa dipertanggung-jawabkan. Secara pribadi saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang setulusnya kepada penulis, mengingat obyek kajian Pak Qismullah ini tidak lain adalah kakek buyut saya sendiri.”

Surya Paloh, Pembina Yayasan Sukma - Jakarta

 

“Pengalaman Pak Qismullah dalam memaknai setiap hikayat Panglima Itam dari beragam sumber dan metode penyampaian sesungguhnya merupakan sebuah kerangka untuk melihat aspek penulisan sejarah dalam konteks spiritualitas tanggungjawab. Jejak riwayat Panglima Itam yang bersemayam dalam diri Pak Surya Paloh sebagai cicitnya, sungguh membuat kami berbesar hati ketika menemukan garis riwayat keluarga besar Pak Surya Paloh ternyata memiliki akar yang kuat dalam tradisi dan budaya Aceh.”

Dr. Lestari Moerdijat, S.S., M.M., Ketua Yayasan Sukma - Jakarta

“Panglima Itam, seperti yang diceritakan dalam temuan awal versi ‘oral history’ Dr. Qismullah, ditambah dengan cerita keluarga keturunan Panglima Itam sendiri, adalah seorang individu yang berada dalam pusaran perlawanan Aceh terhadap Belanda. Ia  mempunyai keunikan dan peran tersendiri. Ia adalah salah satu ‘noktah kecil’ dari ratusan, bahkan mungkin ribuan, manusia Aceh yang menjadi penentu kritis pembentuk gelombang perlawanan yang tak pernah berhenti mengusir Belanda.”

Prof. Dr. Ahmad Humam Hamid, Guru Besar Universitas Syiah Kuala - Banda Aceh