You are here Info Buku

Resensi Buku

Menjaga Keseimbangan Sebagai Mata Air Kebahagiaan

Surel Cetak PDF

Resensi buku Hidup Seimbang Hidup Bahagia karya Akhirudin DC, MA

Wasathon | Senin, 02 Mei 2016 | Al Mahfud

 

Seiring laju zaman, manusia semakin terdorong memperkuat dirinya untuk bisa bertahan dan eksis dalam kehidupan. Sebab, perkembangan pesat dalam berbagai sendi kehidupan menuntut setiap orang bisa menyesuaikan. Hanya saja, dorongan tersebut tidak jarang membuat orang terjebak dalam sikap hidup berlebihan. Sikap hidup di sini bermakna luas, mulai soal kedirian sebagai individu, kehidupan sosial, sampai hal-hal khusus tentang pekerjaan.

Kita tahu, sesuatu yang berlebihan bukanlah hal yang baik. Begitu juga dengan sikap yang selalu meremehkan. Jadi, kita perlu konsep hidup seimbang (balance) atau pertengahan antara keduanya (berlebihan dan meremehkan). Di titik inilah kemudian, buku berjudul Hidup Seimbang Hidup Bahagia ini menjadi menarik disuguhkan. Di dalamnya, Akhirudin DC MA menyuguhkan kepada pembaca panduan menjalani hidup yang seimbang untuk menuju kepada kebahagiaan.

Di buku ini dijelaskan bahwa keseimbangan dimulai dengan mencari tahu apa yang paling penting dalam hidup; prioritas. Seseorang tak akan pernah merasa seimbang jika tak memiliki visi pribadi. Konsep seimbang dimulai dengan mengidentifikasi nilai-nilai yang paling penting dipegang, kemudian menjelaskan visi pribadi (hlm 8-9). Di mana letak pentingnya visi pribadi? Visi atau nilai pribadi memberikan ukuran yang konstan meski kehidupan dinamis atau terus berubah. Jadi, kita selalu memiliki pegangan dalam menentukan apakah akan bergerak--lebih dekat atau lebih jauh dari definisi kita tentang keseimbangan.

Hidup seimbang juga berarti menjaga dua bentuk keseimbangan. Yaitu keseimbangan internal dan eksternal. Keseimbangan internal berarti keseimbangan dalam memenuhi hak diri kita sendiri yang terdiri dari empat dimensi; fisik, emosional, mental, dan spiritual. Masing-masing dimensi perlu dipenuhi haknya agar diri kita seimbang. Dimensi fisik berhak untuk sehat, misalnya. Atau hak dimensi spiritual adalah kedekatan dengan Allah Swt. Sementara keseimbangan eksternal adalah keseimbangan dalam memenuhi hak orang-orang di sekitar kita, bergantung pada peran kita dalam kehidupan.

Pekerjaan

Satu hal penting lainnya yang sering menjadi dilema dalam kehidupan manusia modern yang serba cepat adalah keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan. Di satu sisi, orang ingin menikmati hidup yang nyaman dan tenang. Namun di saat bersamaan, tanggung jawab pekerjaan terus membuntuti untuk dilaksanakan. Dalam buku ini, kita diberi kiat menjaga keseimbangan kehidupan dan pekejaan (work life balance). Diantaranya adalah dengan mengerjakan pekerjaan tepat waktu agar tak terlalu sering bekerja sampai larut malam sehingga mengurangi interaksi dengan keluarga, pandai mengatur waktu berlibur bersama keluarga, sampai dengan membuat skala prioritas (hlm 101-102).

Sedikit catatan untuk buku ini, bahwa penulis membicarakan keseimbangan namun di saat bersamaan, ulasan buku ini kurang seimbang dalam memberikan panduan. Penulis lebih banyak menyuguhkan hal-hal yang bersifat konsep dan terasa minim ide-ide konkret yang bisa dipraktikkan. Di luar semua itu, apa yang diulas dalam buku ini sangat berguna bagi kita yang sedang mengupayakan kehidupan seimbang dari berbagai aspek. Baik dalam konteks pribadi, kehidupan sosial, sampai soal pekerjaan. Selamat membaca!

Akhirudin DC, MA

Kisah Jatuhnya Konstantinopel Ke Tangan Muslim

Surel Cetak PDF

Resensi buku 1453: Detik-Detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Muslim karya Roger Crowley

Wasathon | Minggu, 01 Mei 2016 | Muhammad Khambali


Sebelum kini dikenal sebagai Istanbul, Konstantinopel merupakan kota yang menggugah dunia. Selain kekayaan alam dan letaknya yang strategis sebagai “jembatan yang menghubungkan Barat dan Timur”, adanya keyakinan yang didasari agama membuat Konstantinopel selama lebih dari seribu tahun mengalami berkali-kali pengepungan. Dan salah satu episode paling penting dari sejarah Konstantinopel adalah kejatuhannya ke tangan Turki Usmani pada tahun 1453 M. Dengan memikat dan apik, narasi sejarah penaklukan tersebut dikisahkan oleh Roger Cowley.

Selama berabad-abad, Konstantinopel menjadi pusat kekaisaran Romawi Timur yang memikat dunia. Wilayahnya strategis dan unik. Terletak di persimpangan jalur perdagangan dan gerbang militer. Kota Kristen tersebut mengendalikan kekayaan sebagai jalur perdagangan emas, kulit binatang, rempah-rempah, permata, dan kekayaan alam yang melimpah. Konstantinopel dibangun menjadi kota pualam dan kristal, emas tempaan, dan mozaik indah (hlm. 18-19).

Kota Konstantinopel berdiri di perbukitan curam, dibentengi laut berkarang, dan arus laut dengan angin yang kencang. Lalu dengan tiga lapis tembok yang rumit, dipenuhi menara pengawas dan diapit parit-parit penghalang,  yang melindungi kota dari serangan.

Crowley mengajak pembaca melacak upaya penaklukan kota apel merah tersebut oleh Turki Usmani sudah dilakukan sejak abad ke-7 Masehi. Hasrat kaum muslim menguasai kota ini bermula dari perkataan Muhammad SAW yang menyatakan bahwa suatu saat nanti Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. (hlm. 9-10). Ramalan tersebut yang mendorong para pemimpin muslim melakukan jihat menaklukkan Konstantinopel.

Pada tahun 669, Khalifah Muawiyyah dengan pasukan yang besar mencoba menyerang Konstantinopel. Di tahun itu pasukannya telah menduduki pantai Asia di seberang kota. Setiap tahun mereka mengepung tembok kota dan menyerang laut di selat-selat kecil yang menyebabkan pertempuran habis-habisan dengan armada Konstantinopel. Namun penyerangan tersebut gagal karena kapal-kapal muslim terbakar. Banyak para penulis sejarah mengetengahkan episode ini sebagai bukti bahwa kekaisaran Romawi Timur dilindungi Tuhan. Namun bagi Crowley, itu terjadi karena dinding pertahanan Konstantinopel dijaga teknologi baru, yakni bom api “Greek fire” (hlm. 13).

Abad demi abad berlalu, usaha demi usaha terus dilakukan untuk menaklukkan Konstantinopel meskipun terus menerus mengalami kegagalan. Sampai hingga akhirnya, pada tahun 1453 Sultan Mehmet II dengan tidak kurang dari delapan puluh ribu prajurit Islam berhasil merebut kota tersebut secara dramatis. Peristiwa penaklukan Konstantinopel tersebut menjadi momen ikonik yang terus dikenang. Di saat itu Sultan Mehmet II memperoleh gelar Al-Fatih yang berarti sang penakluk ketika saat itu baru berusia dua puluh satu tahun.

Sebenarnya sudah banyak sekali buku tentang kejatuhan Kostantinopel. Kelebihan utama buku yang ditulis oleh Crowley ini adalah cara penulisannya. Melalui referensi dan bukti-bukti sejarah yang mendalam, Crowley menulis buku sejarah dengan gaya naratif dan enak dibaca. Kita akan menemukan adanya ambisi, keberanian, kekejaman, prasangka, harapan dan ketakutan. Karakter para tokoh di dalam buku ini terasa hidup sehingga serasa membaca sebuah novel.

Meskipun kuat dalam gaya penceritaan, Crowley tetap mengetengahkan fakta dan objektivitas. Ia merasa tidak mudah menulis sejarah Konstantinopel yang kisah faktanya telah bercampur dengan mitos dan banyak versi dari berbagai pihak. Banyak klaim, kepentingan, juga penilaian yang dibuat berdasarkan agama, kebangsaan, dan ajaran. Crowley tidak memungkiri tetap adanya kelemahan dalam buku ini ketika kekurangan referensi dari pihak Usmani tentang penaklukan kota ini. Aneh, sejarah Konstantinopel justru banyak ditulis oleh pihak yang kalah.

Anekdot Inspiratif dari Sepak Bola

Surel Cetak PDF

Resensi buku Inspirasi Sukses dari Sepak Bola karya Iwel Sastra

Kedaulatan Rakyat| Sabtu, 16 April 2016 | Muhammad Khambali


Sepak bola dipandang sebagai olah raga paling populer di dunia. Bagi banyak orang, menonton pertandingan sepak bola merupakan kegiatan sangat seru dan ditunggu-tunggu. Demi menonton tim kesayangan, begadang adalah hal biasa. Tak pelak, sepak bola melahirkan para penggila bola. Lalu mengapa sepak bola dapat begitu dicintai?

Buku Iwel Sastra berjudul Inspirasi Sukses dari Sepak bola mengungkapkan hal-hal menarik dari sepak bola yang membuatnya digandrungi banyak orang di dunia. Iwel dengan jeli, menuturkan anekdot-anekdot lucu tentang sepak bola yang kadang bodoh, tapi juga filosofis. Seperti Iwel berkisah tentang romantisme dalam sepak bola. Romantisme dalam sepak bola paling sering kita lihat saat terjadi gol. Pemain yang mencetak gol akan dikejar oleh teman-temannya untuk sekadar diberi pelukan. Atau ketika selesai pertandingan antar pemain saling bertukar kaos. Romantisme ini juga muncul ketika menyaksikan pertandingan klub kesayangan. Emosi larut dalam pertandingan. Selama pertandingan, perasaan kita bercampur aduk, mulai dari senang, sedih, hingga galau.

Tidak hanya lucu, buku ini juga menjelaskan bahwa banyak hal inspiratif yang bisa dipelajari dari sepak bola. “Ada beberapa hal dalam sepak bola yang bisa diadopsi dalam kehidupan dan sangat berguna terutama untuk karier dan bisnis,” begitu kata Iwel Sastra. Di antaranya yang bisa diadopsi itu adalah mengenai management tim, kemampuan individu, komunikasi, mental juara, dan lain sebagainya ( hal 135).

Misalnya tentang kemenangan dalam pertandingan sepak bola bukanlah hasil kerja individu melainkan hasil kerjasama tim. Dalam permainan sepak bola, penting adanya kekompakan dan pembagian tugas antara pemain belakang, tengah dan depan. Sebuah klub bertabur pemain bintang akan mengalami kekalahan ketika tidak ada kekompakan dalam tim. Prinsip bekerja untuk kemenangan bersama dalam sepak bola tersebut juga sangat bisa diterapkan bersama rekan kantor, bisnis, bahkan berlaku dalam membina rumah tangga (hlm. 149).

Sebagai seorang komedian dan pakar motivasi, Iwel Sastra menulis buku ini dengan gaya bahasa ringan dan sentilan humor penuh tawa. Iwel pun dikenal sebagai seorang comic. Tidak aneh, ketika membacanya serasa sedang menonton acara stand up komedi. Dengan gaya lawakannya, Iwel menuturkan banyak anekdot-anekdot sepak bola dari sejarah, aturan, istilah, jersey, hingga potongan rambut pemain. Sebenarnya tidak semua hal yang diungkapkan Iwel mengenai sepak bola adalah hal yang baru. Tetapi tetap menjadi lucu karena cara Iwel dalam menuturkannya.

Inspirasi Dari Sepak Bola

Surel Cetak PDF

Resensi buku Inspirasi Sukses dari Sepak Bola karya Iwel Sastra

Harian Nasional | Sabtu, 16 April 2016 | Muhammad Khambali


Saat ini dunia sepak bola tanah air sedang dilanda polemik. Padahal sebenarnya banyak hal dalam sepak bola yang dapat menjadi sumber pelajaran hidup. Bagi komedian Iwel Sastra, sepak bola dapat menjadi salah satu rujukan yang pantas menjadi inspirasi hidup, terutama jika kita penggemar sepak bola. Dalam bukunya yang berjudul Inspirasi Sukses dari Sepak Bola, Iwel mengulik sisi-sisi dari sepakbola yang menarik dan disajikan dengan cara jenaka.

“Ada beberapa hal dalam sepak bola yang bisa diadopsi dalam kehidupan dan sangat berguna terutama untuk karier dan bisnis,” begitu kata Iwel Sastra. Di antaranya yang bisa diadopsi itu adalah mengenai management tim, kemampuan individu, komunikasi, mental juara, dan lain sebagainya ( hal 135).

Misalnya dalam managemen tim sepak bola. Setiap menjelang kompetisi semua klub menentukan target mereka. Target masing-masing klub ini berbeda. Ada yang mempunyai target untuk menjuarai kompetisi. Ada yang memiliki target untuk tetap berada di papan tengah klasemen. Ada juga yang memiliki target tidak terlalu muluk yaitu, asal tidak terdegredasi ke divisi yang lebih rendah. Target yang berbeda-beda ini dipengaruhi beragam hal seperti keuangan klub.

Begitu pula dalam kehidupan sehari-hari, sebaiknya kita memiliki target. Target ini bisa terkait dengan mimpi yang ingin diwujudkan, objek yang ingin dimiliki atau waktu dalam mencapai sesuatu. Sepak bola mengajarkan kita bahwa dengan memiliki target, kehidupan kita bisa lebih terarah dan memiliki semangat dalam menjalaninya.

Kemenangan dalam pertandingan sepak bola bukanlah hasil kerja individu melainkan hasil kerjasama tim. Bagi Iwel, banyak sekali ilmu yang bisa dipelajari dari pertandingan sepak bola terutama soal kerja tim. Pelatih yang super jago menerapkan strategi hebat, tidak akan ada artinya jika para pemain tidak bisa menerapkan strategi yang telah disusun oleh pelatih tersebut. Pemain depan yang super jago akan kesulitan mencetak gol jika tidak dibantu oleh pemain belakang maupun pemain tengah dengan operan bola.

Dalam permainan sepak bola, penting adanya kekompakan dan pembagian tugas antara pemain belakang, tengah dan depan. Sebuah klub bertabur pemain bintang akan mengalami kekalahan ketika tidak ada kekompakan dalam tim. Prinsip bekarja untuk kemenangan bersama dalam sepak bola tersebut juga sangat bisa diterapkan bersama rekan kantor, bisnis, bahkan berlaku dalam membina rumah tangga (hlm. 149).

Selanjutnya yang menurut Iwel dapat diambil dari sepak bola adalah disiplin. Iwel menceritakan kisah pesepakbola ternama, David Beckham. Tidak diragukan lagi, Beckham terkenal memiliki kemampuan tendangan bebas luar biasa. Untuk memiliki tendangan bebas melengkung, Beckham harus disiplin dan berlatih keras. “Saya melakukan latihan puluhan ribu, mungkin ratusan ribu kali tendangan bebas,” ungkap Beckham.

Sikap disiplin dalam sepak bola menurut Iwel bisa kita jadikan inspirasi dalam berkarier. Apapun pekerjaannya, sikap disiplin sangat penting. Iwel mengutarakan, “Apabila Anda bermimpi untuk sukses tetapi tidak mau dengan disiplin menjalankan prosesnya maka Anda hanya akan selalu menjadi pemimpi.” (hlm. 153)

Hal lain dalam sepak bola yang penting dipelajari adalah mental juara. Iwel mencontohkan sebuah pertandingan sepak bola antara Manchester United (MU) melawan Newcastle United.  MU sempat tertinggal tiga kali dalam pertandingan. Semangat pemain MU yang pantang menyerah membuat mereka berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 4-3. Sepak bola mengajarkan kita bahwa semangat pantang menyerah harus terus kita miliki dalam mencapai sesuatu.

Mental juara bukan sekadar untuk meraih sukses, melainkan juga sangat dibutuhkan dalam menyikapi kegagalan. Ketika memulai suatu usaha, kita memang harus berpikir positif dengan mensugestikan keberhasilan dalam usaha yang kita jalani. Namun kita juga harus menyiapkan mental dalam menghadapi kegagalan (hlm. 203).

Sebagai seorang komedian dan pakar motivasi, Iwel Sastra menulis buku ini dengan gaya bahasa ringan dan sentilan humor penuh tawa. Banyak anekdot-anekdot sepak bola dari sejarah, aturan, istilah, jersey, hingga potongan rambut pemain. Selebihnya dibalik itu kita akan menemukan pesan-pesan inspiratif-motivatif dari sepak bola untuk meraih sukses dalam hidup.

Tips Menjadi Orang Tua yang Baik

Surel Cetak PDF

Resensi buku 30 Cara dalam 30 Hari Menyelamatkan Keluarga Anda karya Rebbeca Hagelin

Malang Post | Sabtu, 27 Februari 2016 | Muhammad Khambali


Setiap orang tua pasti ingin memiliki keluarga yang bahagia. Keberhasilan mengasuh dan mendidik anak akan menjadi kebahagiaan terbesar bagi setiap orang tua. Tetapi nyatanya itu tidak mudah. Banyak orang tua yang merasa bingung cara menjaga anak-anaknya dari masalah yang ada di rumah maupun pengaruh negatif di luar rumah. Rebecca Hagelin dalam bukunya, 30 Cara dalam 30 Hari Menyelamatkan Keluarga Anda, memuat banyak solusi praktis cara menjadi orang tua yang baik.

Dari 30 cara tersebut, resep pertama yang disarankan oleh Rebecca Hagelin: bertekat menghadapi pertarungan sehari-hari melawan budaya modern. Dalam kehidupan, para orang tua mesti menyelamatkan anak-anak dari budaya pop yang banyak memberikan pengaruh negatif. Untuk itu, orang tua perlu sekali mengajarkan nilai-nilai yang baik kepada anak-anak di rumah agar pada saat berhadapan dengan sinyal-sinyal yang membahayakan di luar rumah, mereka mampu mengenalinya serta tahu cara menangkalnya (hlm. 18).

Menurut Rebecca Hagelin, persoalan yang dihadapi oleh orang tua bukanlah dengan “anak-anak zaman sekarang,” persoalannya adalah dengan orang dewasa zaman sekarang. Orang dewasa mengoperasikan situs-situs porno, memproduksi musik yang mengandung seks, rasis dan kekerasan. Lalu situs-situs populer seperti Youtube yang diisi dengan video porno dan berbagai iklan yang berbau seks yang ditujukan kepada anak-anak.

Namun para orang tua tidak harus membangun tembok di sekeliling anak-anak sehingga menjauhkan mereka dari dunia luar. Tetapi perlu membangun kekuatan karakter dalam diri anak agar mereka tahu bagaimana mengambil keputusan yang tepat pada saat melangkah keluar rumah setiap hari menuju dunia yang penuh dengan godaan.

Untuk itu tantangannya adalah mula-mula menciptakan sebuah rumah yang nyaman bagi anak. Sebuah rumah yang membosankan dan dingin dapat membuat anak kesal. Jika rumah tidak menyenangkan, anak dan teman-teman mereka pasti tidak mau berkumpul di sana. Anak-anak dan remaja menyukai kehangatan, kasih sayang, dan kegembiraan. Namun, mereka juga ingin berada dalam lingkungan yang melindungi di mana mereka merasa aman dan memiliki batasan-batasan (hlm. 70).

Salah satunya caranya dengan menciptakan waktu bersama keluarga. Ambil contoh, kegiatan sederhana seperti makan malam keluarga. Orang tua perlu menyediakan waktu untuk anak. Jalan-jalan, melakukan permainan bersama, dan melakukan aktivitas yang melibatkan seluruh keluarga (hlm. 89).

Langkah selanjutnya adalah mengarahkan pendidikan anak. Menurut Hagelin, kebanyakan orang tua merasa nyaman menyerahkan anak-anaknya kepada orang lain untuk mendidik mereka. Banyak orang tua melepas peran sebagai penentu utama dari pendidikan anak-anak mereka. Anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu di sekolah, sementara orang tua tidak tahu sama sekali apa yang diajarkan kepada anak-anak mereka.

Para orang tua perlu memastikan anaknya berada di sekolah yang tepat. Hagelin menyarankan agar orang tua perlu mengambil peran aktif di dalam  pendidikan anak. Seperti membaca buku pelajaran mereka, berinteraksi dengan para gurunya, mengajukan pertanyaan tentang bahan-bahan yang diajarkan, dan jangan pernah sekali pun beranggapan orang lain lebih tahu tentang cara mendidik anak (hlm. 156).

Langkah yang paling penting tapi juga paling sering dilalaikan para orang tua adalah menjadi teladan yang baik bagi anak-anak. Jika perbuatan kita tidak sesuai dengan ucapan, maka mereka akan mengabaikan apa yang kita katakan. Anak-anak memperhatikan interaksi kita dengan orang lain dan reaksi kita. Sebagai contoh, ketika kita menjaga bahasa yang kita gunakan, mereka pun akan melakukan hal yang sama (hlm 295).

Sebanyak 30 cara versi Rebecca Hagelin tersebut berisi kiat-kiat yang sebenarnya tidak benar-benar baru, tetapi sering luput disadari oleh para orang tua. Hagelin juga mengingatkan, meskipun buku ini terdiri dari 30 langkah untuk melindungi anak-anak, belum tentu mencakup seluruh permasalahan yang mungkin dihadapi sebuah keluarga. Hagelin menyarankan kita membuat daftar sendiri untuk mengatasinya. Karena setiap keluarga mengalami berbagai tantangan yang unik dan berbeda.

Hagelin menulis dengan bahasa yang ringan, berisi kisah-kisah pribadi sang penulis serta anekdot dari para orang tua. Buku ini memiliki judul asli 30 Ways in 30 Days to Save Your Family. Meskipun berisikan mengenai kasus yang dihadapi keluarga di Amerika, rekomendasi yang terdapat dalam buku ini cukup relevan dengan persoalan yang dihadapi para orang tua di Indonesia. Memuat banyak solusi dan strategi menyelamatkan anak-anak serta untuk memperoleh kebahagiaan keluarga.

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL