You are here Info Buku

Resensi Buku

Membentengi Remaja dari Konten Negatif

Surel Cetak PDF

Resensi buku 30 Cara dalam 30 Hari Menyelamatkan Keluarga Anda karya Rebecca Hagelin

Samarinda Pos | Sabtu, 19 November 2016 | Al-Mahfud


Di era kecepatan teknologi informasi sekarang ini, bisa dikatakan konten media digital menjadi hal yang paling memengaruhi kehidupan remaja. Hampir setiap saat, remaja kita melihat berbagai konten dari perangkat di genggaman mereka; gadget, iPods, tablet, dll. Konten-konten digital itu beragam, mulai berbentuk gambar, video, lagu atau suara, teks, dll. Masalahnya, tak sedikit konten yang cenderung berisi hal-hal negatif seperti kekerasan, percintaan yang mengarah ke seks, pornografi, peperangan dan kejahatan.

Lewat buku ini, Rebecca Hagelin, seorang kolumnis masalah keluarga, budaya, dan isu-isu media, berusaha membuka mata kita untuk menyadari bahaya berbagai konten media dewasa ini. Menurut sebuah laporan yang dikutip buku ini, remaja masa kini menghabiskan waktu 6,5-8,5 jam setiap hari di media dengan beberapa hal yang dilakukan sekaligus (misalnya, mendengarkan iPods sambil berselancar di internet atau bermain game sambil menonton televisi). Masalahnya, banyak orang tua yang tak tahu dengan bahaya yang mengancam anak remaja mereka lewat interaksinya dengan berbagai konten media tersebut.

Untuk mengungkap hal tersebut, Hagelin tak sekadar menyebutkan bahaya konten media bagi remaja, namun ia mencoba merunut persoalan dari akarnya; yakni mengajak kita memahami bagaimana cara atau strategi para pemasar produk atau konten media dalam membidik para anak muda kita. Dari sana, orang tua akan melihat inti persoalan dan bisa menentukan langkah yang bisa diambil secara lebih tepat dan efektif agar anak terhindar dari dampak buruknya.

Menurut Hagelin, kebanyakan pemasar membidik remaja dengan membangkitkan hormon mereka yang masih menggelora dan emosi yang mudah menggelegak dengan membuat acara-acara atau konten yang merangsang hingga memicu adrenalin dan membuat ketagihan. Para pemasar juga mengajarkan pandangan hidup yang sangat materialis, yang membuat anak-anak muda percaya bahwa kebahagiaan bisa ditemukan lewat pakaian baru yang bergaya, musik “panas” terbaru, permainan (game) baru yang mengasyikkan, dll (hlm 54-57).

Iklan memiliki andil besar dalam memengaruh remaja. Jadi, Setiap orang tua perlu memberi bekal anak dalam memandang iklan. Menangkal pengaruh iklan media bisa dilakukan dengan membantu anak mempelajari iklan itu sendiri. Penulis memberi beberapa pertanyaan yang bisa diajukan orang tua pada anak remaja mereka dalam mempelajari iklan. Misalnya, “Apa yang sebenarnya dijual pihak sponsor? Apakah produk itu sendiri? Atau hanya image yang dikaitkan pada produk tersebut?” atau “Apakah saya benar-benar membutuhkan produk ini? Atau pihak sponsor sekadar menciptakan kebutuhan untuk produk ini?” (hlm 60-61).

Selain iklan, remaja juga sangat dipengaruhi otokoh idola mereka. Penting bagi orang tua memberi pengertian tentang makna pahlawan yang patut diidolakan anak. Janet, pengajar sistem sekolah di New York pernah melakukan penelitian dengan meminta anak-anak didiknya menggambar wajah sosok idola yang ingin mereka tiru ketika dewasa. Janet terkejut melihat gambar-gambar yang muncul; Madona, 50 Cent, James Bond, dll. Bahkan ada murid yang ingin menjadi “pembunuh bayaran” (hlm 254). Betapa mengkhawatirkan pengaruh konten media bagi perkembangan anak.

Membangun karakter

Orang tua sebaiknya bukan fokus pada membolehkan atau melarang. Namun lebih pada menumbuhkan kesadaran akan nilai-nilai moral yang harus dipegang agar menjadi karakternya hingga dewasa. Orang tua harus banyak berkomunikasi untuk membangun kesadaran agar anak menjauhi sesuatu bukan karena dilarang, namun karena memang sadar dampak negatifnya. Misalnya, saat mendampingi anak menonton televisi dan muncul adegan tak layak ditonton, orang tua harus menjelaskan pada anak. “Tujuan Anda adalah membantu mereka (anak) menumbuhkan pemahaman dan penilaian secara bertahap agar mereka mampu berdiri sendiri dalam mengambil keputusan-keputusan yang dilandasi moral” (hlm 24-25).

Penulis juga menekankan pentingnya orang tua agar aktif mengambil peran dalam pendidikan anak. Orang tua tak boleh lepas tangan dengan hanya membiayai anak sekolah dan menyerahkan anak sepenuhnya pada guru. Selain membangun lingkungan keluarga yang hangat dan komunikatif, penting bagi orang tua melakukan tindakan-tindakan detail. Seperti memastikan keamanan konten-konten dalam perangkat yang dipakai anak remaja, membaca isi buku pelajaran anak, sampai berinteraksi dan berkoordinasi dengan para guru di sekolah.

Buku ini merupakan panduan penting bagi para orang tua modern dalam mendidik anak, terutama dalam menghindari dampak negatif konten media. Rebecca memberi pahaman mendalam; meneropong masalah dari akarnya kemudian memberikan solusi cerdas berbekal pengalaman sebagai penulis sekaligus orang tua dari 3 anak. Meski latar permasalahan yang diteropong penulis adalah di negara Amerika Serikat, namun informasi, pengetahuan, dan berbagai kiat yang diberikan sangat relevan dijadikan bacaan bagi siapa pun dan di negara mana pun—untuk menghadapi derasnya arus informasi di media saat ini.

Kajian Kritis tentang Konsep Negara Islam

Surel Cetak PDF

Resensi buku Chiefdom Madinah: Kerucut Kekuasaan pada Zaman Awal Islam karya Dr. Abdul Aziz, MA

Suara Merdeka | Selasa, 08 November 2016 | Supriyadi


KAJIAN tentang Islam telah menorehkan berbagai disiplin keilmuan. Agama yang dibawa oleh Muhammad saw dari Jazirah Arab, ini memang menarik perhatian para pakar, baik muslim maupun nonmuslim.

Tidak hanya dari segi religius-spiritual, Islam juga menyentuh ranah sosial, bahkan politik kenegaraan. Ranah politik kenegaraan itulah yang diuraikan Dr Abdul Aziz, MAdalam bukunya yang berjudul Chiefdom Madinah; Kerucut Kekuasaan pada Zaman Awal Islam, ini.

Dengan menggunakan pendekatan sejarah yang kritis serta berdasarkan literatur-literatur yang kaya data, buku ini memberikan gambaran cukup jelas perihal isu-isu negara Islam yang didengungkan oleh beberapa gerakan umat Islam, termasuk di Indonesia.

Buku ini menguji kesahihan konsep negara Islam melalui kajian historis secara kritis. Jika pandangan tertuju pada sejarah Muhammad saw dalam membangun umat, maka keteladanan dalam hal itulah yang berusaha diimplementasikan di era kini. Perbedaan memang suatu keniscayaan. Tapi keteladanan dari Nabi Muhammad untuk merangkul perbedaan tersebut tidak boleh ditinggalkan.

Berbagai kabilah (yang berbeda-beda) di semenanjung Arabia bersatu di bawah komando sang pewarta risalah untuk membentuk masyarakat berlandaskan hukum dari Tuhan. Gugatan terhadap bentuk negara kekhalifahan/kesultanan tidak terbatas berkembang di antara para pemikir Arab, melainkan di banyak kalangan pemikir Muslim yang telah bersentuhan dengan gagasan nasionalisme.

Ketegangan antara pemikir kekhalifahan/kesultanan dengan nasionalisme bisa jadi berbeda intensitasnya antara satu dengan lain wilayah sesuai pengalaman sejarah kaum Muslim sendiri di masing-masing wilayah mereka. (hal 94). Polemik tersebut cukup menguras pikiran. Tidak jarang pula masyarakat awam mengalami kebingungan tentang gerakan khilafah atau realisasi negara Islam tersebut.

Meski demikian, hal itu tetap menjadi magnet bagi para pakar dan pemikir untuk turut berkomentar. Pada dasarnya, perbedaan utama adalah tentang pemahaman kesejarahan Islam di era awal, yakni ketika Muhamamd menyeru umat manusia untuk memeluk Islam.

Ajaran yang disampaikannya sangat cepat menyebar sehingga pengikutnya semakin banyak. Tidak sedikit yang menilai bahwa hal itulah yang menjadi muara pemahaman bahwa Muhammad tengah membangun sebuah negara Islam di Madinah (negara Madinah).

Bagi pengusung negara Islam, mereka menganggap bahwa penegakan kekhilafahan/ kesultanan atau negara Islam adalah keteladanan dari Nabi Muhammad. Dengan begitu, mereka beranggapan membentuk negara Islam adalah tuntutan dari iman.

Aspek Historis

Perlu digarisbawahi bahwa Islam sesungguhnya bukan negara, melainkan agama. Perlu dibedakan pula mana aspek teologis-spiritual dengan aspek historis. Upaya Nabi Muhammad membentuk komunitas sejatinya adalah aspek historis.

Sementara itu, aspek teologis-spiritual dalam hal ini adalah dakwah dan syiar ajaran Islam agar terinternalisasi di hati umat manusia. Hanya saja, dua hal ini sering sekali dipersepsikan sama.

Dengan pendekatan sejarah, buku ini pun turut memberi kritikan terhadap gerakan yang berupaya mendirikan negara Islam. Tentu saja dilakukan dengan analisis berdasarkan data-data yang tidak sedikit.

Analisis kesejarahan memang penting adanya karena untuk mengetahui asbab al-nuzul dan asbab al-wurud guna menguji autentisitas ajaran dari teks-teks keislaman tentunya juga menggunakan pendekatan sejarah.

Buku ini mengajak para pembaca untuk lebih kritis terhadap kajian tentang Islam sebagai negara. Lebih spesifik lagi, buku ini menjadi referensi yang patut dikembangkan lebih lanjut guna menguji kesahihan negara Islam yang coba diterapkan di era kini dan mendatang.

Menyelami Kembali Kisah Muhammad, Nabi untuk Semua

Surel Cetak PDF

Resensi buku Muhammad nabi untuk Semua karya Maulana Wahiduddin Khan

Wasathon | Rabu, 05 Oktober 2016 | Supriyadi


Nabi Muhammad Saw adalah fenomena di dunia ini. Dia adalah tokoh yang berpengaruh dalam sejarah. Sosok nabi yang lahir di Jazirah Arab tersebut mampu membangun peradaban dan pengaruhnya dalam penyebaran agama Islam masih sangat kental terasa hingga saat ini. Ketokohannya disegani dan dihormati. Lebih dari itu, namanya adalah nama yang paling sering disebut untuk saat ini.

Islam yang dibawanya kini telah menembus batas penjuru dunia. Dengan demikian, semakin hari semakin banyak orang yang menghormatinya. Sejarah kehidupannya banyak ditulis, baik oleh ulama maupun penulis sejarah. Tulisan-tulisan tentang perjalanan hidupnya pun sering sekali dibaca oleh khalayak, baik itu dari kalangan umat Islam maupun bukan.

Salah satu tulisan yang menguak sejarah dan perjalanan hidupnya adalah buku yang berjudul “Muhammad; Nabi untuk Semua” ini. Buku yang ditulis oleh Maulana Wahiduddin Khan ini memaparkan beberapa rinci fragmen agung kehidupan sang Nabi Muhammad. Dengan pemaparan naratif, buku ini mengisahkan biografi Nabi Muhammad Saw secara indah.

Dia adalah manusia yang berhias dengan keluhuran budi. Lebih dari itu, dia juga menjadi pencerah budi bagi masyarakat sekitarnya yang ketika itu disebut sebagai masyarakat jahiliah. Prestasinya sangat banyak, salah satunya adalah peristiwa penaklukkan kota Mekkah yang dilakukannya tanpa pertumpahan darah. Setelah itu, dia menghancurkan berhala-berhala dan membersihkan Ka’bah dari berhala-berhala tersebut.

Soal teologi, Islam adalah agama yang dibangun berdasarkan akidahnya yang bersumber dari Tuhannya. Dia menyampaikan risalah tersebut untuk meluruskan teologi umat manusia yang tengah menyimpang. Bahkan, dia berhasil membangun teologi baru tersebut dengan fondasi spritual yang kukuh sehingga Islam bisa bertahan hingga sekarang sebagai agama terbesar di dunia. Lebih dari itu, Islam menjadi agama yang perkembangannya paling pesat di dunia saat ini.

Hal terpenting yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw adalah menyebarkan kalimat-kalimat perintah Tuhan. Penyelidikan terhadap kehidupan pribadinya menunjukkan bahwa perhatian utamanya adalah menuntutun umatnya untuk berjalan di jalan Tuhan. Perhatiannya tertumpah pada tugas ini hingga menyebabkan penderitaan yang tak terkirakan. (hlm. 77).

Dalam arti lain, dia berkorban untuk Tuhannya dalam rupa penyebaran akidah yang lurus tanpa hirauan rasa keinginan yang cenderung sebagai penurutan hawa nafsu. Hal inilah yang membuat Nabi Muhammad Saw sebagai pribadi yang penuh dengan penghormatan. Lebih dari itu, penghormatan kepadanya pun terucap dari lisan-lisan para pengikut ajarannya hingga kini.

Pantaslah ribuan (bahkan jutaan) syair tertulis untuk menyanjungnya. Banyak pula tulisan ilmiah yang menyoroti sisi kehidupannya sehingga kabar tentang dirinya tidak pernah musnah hingga saat ini. Lebih hebatnya lagi, Michael H. Hart menempatkannya sebagai tokoh nomor satu dari seratus orang yang paling berpengaruh dalam arus sejarah di dunia.

Agama yang dibawa Nabi Muhammad Saw merupakan agama kemajuan. Islam terus berkembang yang hal itu dimulai dari Jazirah Arab yang kerontang dan panas. Dari tanah tak subur itulah tumbuh subur teologi ketauhidan Islam yang bertentangan dengan teologi animisme, dinamisme, dan politeisme. Kedatangannya adalah obor pencerahan bagi dunia.

Abad ke-7 merupakan tonggak diulainya periode perubahan sejarah, dengan dimulainya revolusi Islam oleh Nabi Muhammad Saw. Sekarang, proses perubahan mencapai titik puncaknya, para pedakwah agama sejati dapat mengumpulkan setumpuk bukti pendukung melalui pengetahuan umat manusia sendiri. Modifikasi sosial dan hukum membuka kesempatan untuk menyebarkan agama secara bebas dan terbuka. Tidak ada lagi Namrud dan Firaun yang melarang panggilan kebenaran. (hlm. 289).

Padahal, Nabi Muhammad Saw dahulu mendapatkan larangan keras dalam penyebaran Islam. Dia ditentang oleh masyarakat Quraisy Mekkah karena teologinya yang menekankan satu Tuhan, sementara ketika itu Mekkah menjadi pusat ziarah untuk penyembahan banyak tuhan (berhala). Sebagaimana para nabi sebelumnya yang mendapatkan tentangan dari kaumnya, Nabi Muhammad pun demikian adanya.

Akan tetapi, zaman ini tidak ada lagi Namrud dan Firaun sebagaimana masa Ibrahim dan Musa. Tidak ada pula Abu Lahab dan Abu Jahal yang sangat keras menentang ajaran Islam. Oleh karenanya, festival syahadat terjadi dalam lingkup besar-besaran di masa ini secara masif. Lebih dari itu, perkembangan Islam terjadi dalam evolusi yang tidak lama—untuk tidak mengatakan revolusi.

Di sisi lain, kehidupan pribadi Nabi Muhammad Saw adalah keteladanan. Dia mempunyai keluhuran budi, kemuliaan akhlak, dan ketinggian moral. Beriringan dengan hal itu, gaya hidupnya sangat sederhana. Dia tidak gemar berfoya-foya sebagaimana tradisi yang selalu dilakukan oleh para raja. Meski begitu, dia adalah pemimpin tersukses di dunia dengan warisan agungnya yang sangat berpengaruh dalam kehidupan umat manusia dan perjalanan sejarah.

Akhirnya, dengan membaca buku setebal 360 halaman ini, para pembaca diajak untuk menyelami fragmen agung kehidupan sang Nabi. Lebih dari itu, buku ini tidak hanya memaparkan sepak terjang Nabi Muhammad Saw dalam menyebarkan ajarannya dan beberapa sisi kehidupannya, tetapi juga sepotong warisannya yang besar terhadap dunia ini. Kemajuan-kemajuan yang kemudian ditemukan oleh umat manusia salah satunya karena terilhami oleh ajaran Islam.

Mengungkap Fakta Sejarah yang Tersembunyi

Surel Cetak PDF

Resensi buku Sejarah Dunia yang Disembunyikan karya Jonathan Black

Radar Sampit | Minggu, 23 Oktober 2016 | Arinhi Nurcheca


Pernahkah Anda berpikir bahwa sejarah yang selama ini diajarkan di bangku sekolah bukanlah fakta yang seharusnya? Dalam hal ini, keberanian Mark Booth---nama asli dari Jonathan Black---patut diacungi jempol. Buku dengan judul asli The Secret History of The World karyanya telah melewati waktu selama dua puluh tahun untuk kemudian menjadi buku yang kontroversial.

“Saya sedang mencari sebuah petunjuk yang ringkas, bisa dipercaya, dan benar-benar jelas tentang ajaran-ajaran rahasia sejak dua puluh tahun lebih. Saya memutuskan untuk menulis sebuah buku sendiri karena menjadi yakin buku semacam itu tidak ada.” (Halaman 9)

Hal pertama yang menarik perhatian adalah kesan eksklusif motif emboss pada sampulnya yang dihiasi aneka simbol pagan. Juga endorsement bertulis, “Senilai seluruh perpustakaan dalam satu buku.” Lebih dari cukup untuk menggugah rasa ingin tahu. Kita diajak berpetualang mengupas teori evolusi, mitologi Yunani sampai Mesir Kuno, menelusuri jejak Freemason dan Illuminati, hingga sejarah berbagai agama di bumi. Diperkuat dengan ilustrasi untuk memperjelas materi. Mungkin tak pernah terlintas dalam benak, bahwa ada perkumpulan rahasia yang berkonspirasi untuk menguasai dunia, salah satunya dengan memanipulasi sejarah.

Dalam sejarah rahasia, evolusi spesies bahkan bukan kemajuan seperti yang diduga ilmu pengetahuan. Ada liku-liku yang memiliki implikasi penting sebagai cara memahami fisiologis dan mental kita sendiri. Ada jalan buntu, permulaan palsu, dan bahkan niat penyabotan yang sengaja. (Halaman 106)

“Akan tetapi, mungkin ilmu pengetahuan hanya memperlihatkan apa yang terjadi di permukaan. Mungkinkah hal-hal yang lebih penting terjadi di bawah? Apa yang dilestarikan sejarah rahasia adalah sebuah memori dari pengalaman subjektif, dari pengalaman-pengalaman besar yang mengubah jiwa manusia selama zaman itu. Mana yang lebih nyata? Dan, mana yang mengatakan kepada kita tentang kenyataan dari menjadi manusia dalam zaman itu, yang ilmiah atau yang esoteris yang tersembunyi dalam mitos-mitos kuno? (Halaman 142)

Saya kemudian mencari tahu mengapa buku ini menjadi begitu kontroversial dan menemukan salah satu alasannya saat membaca bab Zaman Islam. Black menggambarkan citra Islam sebagai agama materialis dan radikal. Hal ini dikhawatirkan dapat menyulut kemarahan umat Muslim.

“Dari sudut pandang sejarah Barat konvensional, Eropa dikepung oleh kaum Muslim yang tidak beradab selama bagian terakhir dari Zaman Kegelapan dan berlanjut sampai Abad Pertengahan.” (Halaman 330)

Salah satu hal yang membuat sebuah agama berhasil adalah jika agama itu berguna di alam dunia, yang artinya, jika agama itu memberikan keuntungan material. Perpaduan monoteisme Muhammad dengan metodologi ilmiah dari Aristoteles yang sebelumnya telah merasuki pemikiran Arab, dengan cepat akan mengelilingi dunia dari Spanyol hingga China.” (Halaman 331)

Tak sesuai ekspektasi saya, mengingat jumlah halaman yang terbilang tebal, seharusnya Black mencoba menuturkan sejarah rumit dengan cara yang lebih sederhana. Namun dedikasi Black selama puluhan tahun pada akhirnya membuat kita mengkaji ulang sejarah yang telah kita pelajari. Tak heran jika buku ini masuk dalam jajaran rak sepuluh besar best seller di berbagai toko buku, bahkan menjadi best seller internasional

Kunci Sukses Bisnis App

Surel Cetak PDF

Resensi buku How to Build a Billion Dollar App karya George Berkowski

Koran Sindo | Minggu, 09 Oktober 2016 | Al Mahfud


Dunia teknologi, terutama sektor mobile, mengalami perkembangan mencengangkan. Pada awal 2014, jumlah pengguna telepon mobile telah melebihi jumlah penduduk dunia hari ini; 7 miliar.

Sementara pengguna telepon pintar mencapai 1, 75 miliar di tahun yangsama.Menariknya,pada 2007, sekitar tujuh tahun sebelumnya, telepon pintar bahkan belum ada.

Lebih menakjubkan lagi, sektor mobile tumbuh begitu pesat hanya setahun kemudian, pada 2008,yangkemudianmeraup penghasil miliaran dolar. Kenyataan tersebut menggambarkan besarnya potensi bisnis pengembangan aplikasi. Fenomena merebaknya aplikasi (mobile) yang banyakmengubah cara hidup manusia tersebut menciptakan peluang bisnis terbesar dalam sejarah.

George Berkowski, seorang pengusaha di bidang teknologi, juga salah satu otak di balik kesuksesan taksi internasional lewat aplikasi Hailo, membedah rahasia di balik keberhasilan kelompok bisnis aplikasi yang telah meraup miliaran dolar tersebut lewat buku How To Build A BillionDollar App. Berbekal pengalaman diHailo dan pengamatan yang detail, Berkowski menggali hal-hal tersembunyi dari para anggota kelompok bisnis aplikasi seperti Instagram, Snapchat, Square, Uber, Angry Birds, dll.

Dengan menyuguhkan kisah dan data-data hasil riset, ia mengonstruksi pengetahuan, gambaran, analisis, peluang, dan kiat penting yang jarang didapat dari buku lain yang sejenis. Dari sana, pembaca akan mendapatkan apa yang diperlukan untuk menemukan, memulai, membangun, mengembangkan, danmeraih kesuksesan spektakuler miliaran dolar dari bisnis aplikasi mobile.

Sebagai pengetahuan awal, penulis mengeksplorasi penyebab teknologi bergerak cepat, dampaknyabagi kehidupan; secara sosial, kultural,maupunpsikologis. Tentang hal ini, penulis mengutip sebuah studi yang dilakukan Facebook yang selesai pada 2013 terhadap pengguna telepon pintar di Amerika Serikat. Mereka ditanya, ”Bagaimana perasaan Anda tentang aktivitas sosial dan komunikasi melalui telepon pintar”. Hasilnya, ada dua sentimen terkuat, yakni perasaan ”terkoneksi” dan ”senang”. Kedua hal inilah yang ditangkap para pengembang untuk menciptakan aplikasi bernilai miliaran dolar (hal. 39).

Kita juga diajak melihat lebih dalam gagasan yang membuahkan aplikasi miliaran dolar; kelahiran berbagai aplikasi mobile, seperti Square,WhatsApp, Snapchat. Penulis berkesimpulan, satu pendekatan penting untuk menyodorkan satu ide besar adalah dengan memahami apa yang semua orang suka melakukannya. Sebab, mengatasi masalah ”universal” bisa menciptakan peluang pasar yang jauh lebih besar ketimbang memecahkan satu masalah spesifik geografismasyarakat tertentu (hal. 58).

Setelah melihat peluang, kita dibimbing mulai membangun tim, memvalidasi ide, pasar, produk, sampai menarik investor dalamsatu rencana terukur. Menariknya, ulasandisuguhkan secara terperinci. Misalnya, tentang validasi ide, terutama dalam hal mengatasi krisis identitas terkait branding, ulasan diberikan runtut; mulai pemahaman pentingnya nama atau brand, berbagai faktor penting yang harus dipertimbangkan ketika memunculkan sebuah nama, sampai menyediakan berbagai layanan online yang bisa membantu kita mengatasi krisis identitas.

Jalan panjang

Sebelum terjun ke bisnis aplikasi mobile, ada hal yang harus disadari sejak awal bahwa ini merupakan perjalanan keras dan panjang. Aileen Lee, dalam Welcome to the Unicorn Club; Learning from Billion-Dollar Startups mengungkapkan bahwa jika kita ingin mencapai pelepasan seharga 1miliar dolar untuk startup jenis apa pun, itu butuh waktu rata-rata tujuh tahun.

Minimal, yang sudah terjadi di bawah dua tahun (Instagram dan Youtube) dan yang paling panjang 11 tahun (Pandora). ”Jalan ini tak pernah mulus. Kegigihan dan keyakinan pada visi jangka panjang perusahaan Anda adalah kunci jika Anda ingin sukses melewatinya,” tulis Berkowsky (hal. 86). Sebenarnya, tak ada satu pendekatan yang cocok untuk semua di dunia perusahaan mobile.

Namun, lewat buku ini penulismemetakan setiap tahapan secara rincipeluang, risiko, berbagai gambaran yang diharapkan membuat pembaca bisa memastikan fondasi yang diperlukan untuk membangun perusahaan besar bernilai miliaran dolar. Langkah tersebut terbagi lima tahap; masing-masing aplikasi jutaan dolar, aplikasi 10 juta dolar, app ratusan juta dolar, aplikasi 500 juta dolar, dan aplikasi miliaran dolar. Setiap tahapanmemiliki karakteristik tersendiri.

Wilayah bisnis mobile sangat luas. Berkowski juga mengungkap lima model bisnis yang bisa dikatakan sukses dan berhasil menuju angka miliaran dolar. Yaitu game, pasar/e-commerce, audiens konsumen/periklanan, perangkat lunak sebagai layanan (SAAS), dan enterprise. Kelimanya telah menghasilkan perusahaan internet atau aplikasi yang tumbuh pesat dan menghadirkan keuntungan yang kuat dan kukuh.

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL